
JUARA dunia dari tim Red Bull Racing, Max Verstappen, meluapkan kekecewaannya terhadap performa jet darat RB22 miliknya. Pembalap asal Belanda itu gagal menyentuh garis finis (Did Not Finish/DNF) pada gelaran Formula 1 Grand Prix Inggris yang berlangsung dramatis di Sirkuit Silverstone, Minggu (5/7) malam WIB.
Verstappen, yang sepanjang balapan bersaing ketat di zona perebutan tiga besar, terpaksa gigit jari. Harapannya untuk naik podium musnah setelah kerusakan mekanis pada mobilnya memaksa ia kehilangan posisi secara drastis saat balapan kritis hanya menyisakan empat putaran lagi.
“Ketika sayap belakang (rear wing) tidak dapat tertutup sempurna, saya kehilangan keseimbangan dan keluar dari lintasan. Jadi yah, sekali okelah, tapi dua kali… ini sangat berbahaya bagi saya. Dan sejujurnya saya tidak menginginkan ini,” keluh Verstappen seperti dikutip dari laman resmi Formula 1, Senin (6/7).
Masalah pada komponen aerodinamika, terutama sistem sayap belakang yang diduga terkait mekanisme DRS (Drag Reduction System)—itu sejatinya sempat diantisipasi oleh kru pit Red Bull. Namun, perbaikan darurat tersebut terbukti sudah terlambat untuk menyelamatkan balapannya.
“Setelah kami mengganti sayap depan dan saya keluar lagi, kami mendapatkan banyak waktu putaran (lap time). Jadi saya senang lagi, tapi pada saat yang sama saya seperti, ‘Oke, saya hanya menyia-nyiakan seluruh balapan saya, karena empat atau lima putaran telah berlalu dan saya telah kehilangan banyak posisi.’ Jadi, cukup frustrasi,” imbuh pembalap berjuluk The Flying Dutchman tersebut.
Pukulan Telak di Perburuan Gelar Juara
Kegagalan finis di Silverstone menjadi pukulan telak bagi Verstappen. Problem teknis yang terus berulang pada mobil RB22 musim ini membuat pembalap utama Red Bull tersebut kehilangan momentum berharga untuk memperlebar jarak sekaligus memperbaiki posisinya di papan klasemen perebutan gelar juara dunia F1.
Hasil minor ini sekaligus memutus tren positif Verstappen. Padahal, pada seri sebelumnya, ia tampil impresif dan berhasil mengamankan podium kedua di GP Austria.
